Bintang

Selamat malam bintang di langit. Apa kabar kau yang bersinar jauh di atas sana? Aku begitu bahagia melihat indahnya kemilau malam ini. Sinar yang kau pancarkan menerangi seluruh bumi ini, dan tahukah kau bintang, sinar itu mampu menembus ke kedalaman hati ini.

Sungguh indah kau bintang, memberi sukacita kepada setiap insan yang memandang jauh ke langit yang tampak kelam ditutupi kegelapan. Di bawah terang benderang mu, aku tersenyum sambil bersenandung kecil. Mengisi kesunyian malam ini dengan alunan melodi yang membuat ku tenang. Dinginnya udara malam tak lagi kurasa, semua bagai kombinasi yang tercipta dengan uniknya. Binatang malam pun tak berani mengusik kesenanganku. Mereka terdiam dan menemani diriku yang asyik menikmati mu dari jauh.

Sepertinya awan-awan pun ingin membuat malam ku lebih indah. Mereka berjalan perlahan meninggalkan langit diatas ku, hingga terlihat lah bintang itu sangat jelas dan cantik. Hey bintang, dari bawah sini aku melihat sinar mu yang kelap-kelip itu seolah menyiratkan kau sedang tersenyum genit memandang ku sekarang.

Terima kasih bintang, untuk secercah kebahagiaan yang telah kau berikan, dan seiring dengan waktu, sinar mu akan digantikan oleh mentari. Tapi semua kenangan ini akan terus terpatri dalam memori ku. Hingga pada saatnya nanti kita kan bertemu lagi.

Advertisements

Gembala yang baik

Sebagai seorang gembala, takkan pernah dibiarkannya domba-domba itu tersesat. Bahkan sang gembala selalu melindungi domba tersebut dari serbuan serigala yang selalu mengintai. Segala cara dilakukannya agar domba tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Bisa berkumpul dan bermain dengan aman di lingkungannya.

Tapi terkadang, ada saja dari antara domba ini yang mencoba tuk me langkah keluar dari lingkungannya. Ingin melihat dunia yang baru, atau sekedar mengusir kebosanan akan lingkungan dan rutinitas yang dilakukannya. Tanpa tahu, begitu banyak waktu dan tenaga yang telah di berikan gembala kepada domba itu. Yang domba itu ingin kan hanya mencari kesenangannya semata.

Sang gembala bersedih, karena yang ia lakukan selama ini, tak cukup untuk menahan domba itu. Namun, ia tak berkecil hati. Ia kembali mencari domba itu dan berusaha menggiringnya pulang. Tentunya itu tak mudah. Tapi rasa sayang nya kepada domba itu melebihi letih dan Sakitnya penolakan yang ia terima. Ia terus membimbing domba itu, hingga domba itu sadar, betapa sang gembala sangat mengasihi nya hingga rela memberikan waktunya kepada domba tersebut. Satusatunya harta yang tak bisa digantikan oleh apapun di dunia ini. Ya itu adalah waktu.

Domba itu terenyuh. Apa yang selama ini ia lakukan hanya menyusahkan si gembala tersebut. Namun, domba itu bersyukur, karena ia tahu kasih gembala itu tulus kepadanya. Dan tak ada rumah yang paling ia rindu kan selain berkumpul bersama kawanan domba dan sang gembala yang baik.

Ketika tubuh mulai protes

Sore yang tenang, ditemani lagu yang sangat menyentuh hati. Aku terbaring dan mencoba melupakan sejenak setiap agenda kegiatan yang ada. Merilekskan fikiran dan fisik yang terkuras habis belakangan ini. Badan ku mulai protes dengan menunjukkan gejala kelelahan dan kondisi kesehatan yang mulai menurun. Aku sedih. Bukan karna aku tak rela jika aku sakit. Tapi aku hanya tak sanggup untuk meninggalkan semua kegiatan ku sekarang.

Masih banyak yang butuh pemikiran dan kinerjaku. Mereka belum bisa man diri untuk mengerjakan setiap agenda yang telah dicanangkan. Mereka masih butuh dukungan dan pembelajaran. Belum lagi target yang harus dicapai dalam waktu 3minggu kerja efektif.

Aku juga belum latihan dan belajar untuk persiapan uts, padahal semester ini aku bertekat akan mendapatkan IP yang bagus. Aku juga harus membagi waktu untuk mengurus keperluan dan kehidupan pribadi ku yang akhir-akhir ini berantakan. Bahkan untuk mengurus diri sendiri pun sepertinya kekurangan waktu.

Manajemen waktu ku memang belum baik, itu mengapa aku seperti orang yang kekurangan waktu. Padahal masih banyak di luar sana yang lebih padat rutinitas nya. Aku harus bisa membagi waktu ku dengan lebih baik lagi. Tapi langkah awal untuk sekarang adalah meningkatkan daya tahan tubuh ku dulu, sebelum benar-benar jatuh sakit.

Sayap yang terkembang untuk nya

Memperhatikan tapi seolah tak mengenal. Terlihat cuek padahal paling peduli. Selalu tahu apa yang dirasakan walau tak pernah banyak bicara. Berusaha menghadirkan senyuman meskipun tak pernah diketahui.
Bahagia melihat senyum terukir di paras nan menawan itu, biar pun tak menjadi alasan dari senyuman itu.

Kupu-kupu tak pernah berharap menjadi bagian dari bunga yang indah. Ia rela dan dengan senang hati menjadi jembatan bagi hubungan dua insan. Hingga bunga itu menghasilkan buah dari hubungan itu. Lalu apa yang kupu-kupu itu dapat kan? Ia mendapatkan kebahagiaan. Dengan melihat bunga yang cantik itu tumbuh dan berkembang menghasilkan buah yang manis. Selalu seperti itu, hingga sang kupu-kupu nanti menemukan kebahagiaan nya yang lain

Bagian diri yang terhilang

Pernahkah kau merasakan suasan hati yang cepat sekali berubah? Aku sering kali mengalaminya. Saat aku terjaga di pagi hari, aku merasakan Hal yang biasa saja layaknya menjalani hari-hari yang lalu. Dan saat aku duduk memainkan iPad sambil mendengarkan lagu, terputarlah lagu sendu nan romantic. Hatiku langsung tersentuh, fikiranku tersentak. Aku terdiam sejenak meresapi setiap alunan lagu yang mengalir di fikiranku.
Aku mulai merindukan seseorang yang aku sendiri tidak tahu siapa. Hatiku sesak , seperti ada bagian dari diriku yang hilang. Bahkan untuk bernafas pun sulit. Terlihat aneh, tapi aku menikmatinya. Karena setidaknya ada bagian dari diriku yang mengingatkan aku tuk melihat ke kedalaman hatiku. Bahwa tak selamanya kau harus berjuang untuk Hal-Hal eksternal. Bagian itu mengingatkan ku akan keadaan hatiku yang rapuh, yang juga perlu dinutrisi dan diperbaharui kembali sistem pertahanannya.