Senandung Jiwa

Apalah daya jiwa ini, tuk meledakkan bom tepat di muka 

Aku hanyalah angin yang tak berupa dan tak dipandang 

Seperti rumput yang tak bisa marah, walau diinjak dan kesakitan

Aku hanya rinai hujan yang hadirnya kadang tak diharapkan

Mendung hati ini siapa yang tahu, selain Dia yang memperhatikan

Baik kaki ini melangkah menjauhi gunung, karena untuk menaklukkannya aku tak sanggup

Kuharap tetesan hujan ini adalah penghantar bahagia

Sebab bulan pun tak ingin menampakkan diri ditengah gelapnya malam dan udara yang menusuk 

Rahasia si Gadis

Aku ingin memberitahu sebuah rahasia dari seorang gadis padamu. Mungkin, tidaklah sehebat cerita-cerita di luar sana, karena ia hanyalah seorang gadis biasa. Cerita tentang sesuatu yang telah lama ia pendam, hahaha kurasa kau akan tertawa hingga sakit perut bila tahu ia bisa menyimpan kisah klasik ini seorang diri untuk waktu yang lama.

Ya sudah kita mulai sajalah, jadi begini. Alkisah hiduplah seorang gadis yang berkepribadian menarik. Kenapa aku bilang menarik? Karena ia bisa dengan mudah tertawa dan tersenyum dengan orang lain, padahal orang itu telah membuatnya terluka hingga tersayat-sayat. Hahhaaha, lebay sekali kata-kata ku ya, tapi intinya memang begitu. 

Dia menyukai setiap orang dengan begitu mudahnya, akupun keheranan dibuatnya. Masa dalam satu waktu yang sama dia bisa menyukai 3 orang sekaligus. Astagaaa, bisa dibayangkan? Sepertinya anak ini tidak sungguh-sungguh jatuh cinta, begitu pikirku. Namun anehnya, ia seakan tak rela bila orang yang disukainya itu menyukai orang lain. Hatinya sakit seolah ditusuk dengan pisau yang tajam. Malahan ditengah pedih hatinya  itu, ia membantu sang pujaan hatinya itu mendapatkan gadis yang ia suka.

Haduuuuh, aku tak habis pikir dengan gadis satu ini. Hebat sekali yaa, itu pendapatku kalian tidak boleh protes dong, hahaha. Nah, tak lama setelah kejadiam itu , terungkaplah bahwa lelaki kedua yang disukainya itu menyukai temannya sendiri. Wahhhh, kacau dunia persilatan. Bisa dibayangkan pemirsahhh???

Eitssss, si gadis ini juga malah anteng-anteng aja memberi dukungan pada temannya itu, agar sang teman mau menerima sang lelaki. Emang barang kali ya dinego-nego hahahha. Akupun jadi gemesss sendiri melihat gadis ini. Lalu suatu harii aku bertanya padanya. “Memang kamu ga sakit hati apa melihat para lelaki itu sekarang tak lagi sendiri?” Si gadis menjawab, “awalnya sakit sih, tapi mau diapain lagi. Malah aku senang melihat mereka bahagia.”

Mampussss, jawabannya bikin aku garuk-garuk kepala. “Jadi sekarang tinggal abang yang ‘C’ dong ya?” Tanyaku pada sang gadis. “Iyapsss, dan aku mau fokusss sama abang ini aja” jawabnya kalem. Hemmmm, asal lah yang ini berhasil pikirku. Yah setidaknya abang yang ini lagi jomblo, dan gadis yang disukai abang ini pun telah memiliki pacar. Hihihi, kan ada harapan dongg.

Tapi, kok si gadis ini ga ada pergerakan sih, ngedeketin abang itu. Saat kutanyakan pada si gadis, dia berkata bahwa ia adalah orang yang mengagumi dan memperhatikan dari jauh. Ya terusss kapan dapetnya donggg??? Lalu si gadis melanjutkan perkataannya lagi, “aku adalah perempuan, tak mungkin aku yang memulai, nanti yang ada dia malah tak menyukaiku. Biarlah sembari ia menyadari diriku, aku memantaskan diri menjadi pasangan yang sepadan untuknya.” 

Aku terdiam tak sanggup lagi untuk berkata. Yah , benar juga yang dikatakannya. Untuk hal ini aku setuju denganmu gadis. Teruslah berjuang untuk menjadi calon yang pantas dan sepadan untuk lawan jenis. Aku mendukung dan mendoakan kebahagiaanmu selalu.