Maaf

Maaf bila aku tak peka.

Maaf bila pada akhirnya aku mengecewakan. 

Maaf bila aku tak bisa menyambutmu.

Maaf bila aku tak bisa walau telah mencoba.

Maaf aku memang tak cukup baik untukmu.

Maaf untuk aku yang tak tahu diri.

Maaf, karena perasaan tak bisa dipaksa.

Advertisements

pencuri hati

​Hayyy kamu sang pencuri. Bagaimana bisa engkau masuk dalam hatiku? Rasanya hatiku telah kututup rapat untuk orang lain, dan kuncinya hendak kuserahkan pada seseorang yang telah lama kuperhatikan.

Namun, semakin hari rasanya ada celah yang terus membesar dan perlahan membuka pintu hatiku. Seolah seperti sihir, namun terlihat wajar dimataku. Engkau yang berdiri didepan pintu, menantiku dengan senyum yang terkembang. Matamu seolah mengunciku, dan memberikan aura kedamaian. Aku mulai terbiasa dengan sosok yang hadir mengisi hariku. Melewati waktu dengan tertawa bersamamu. Kini timbul pertanyaan di benakku, apakah memang engkau yang kucari selama ini? Akankah kuserahkan kunci hatiku padamu?

Sejujurnya aku takut, takut untuk melangkah lebih jauh. Takut akan ketidakpastian masa depan yang tak bisa kulihat. Takut memulai bersama orang yang pada awalnya tidak kuinginkan. Takut kepadamu sang pencuri hati.